Selasa, 10 Februari 2009

April itu bulan Cinta :D

Sebenarnya gue hanya sedang mengumpulkan nyali gue untuk menyatakan cinta gue…. Gue bukan laki-laki yang gampang bilang cinta…
Udah dua hari ini Key ngamuk-ngamuk nggak karuan. Bawaannya cemberut, bete. Mukanya ketekuk, bibirnya manyun. Jelas aja seisi rumah jadi bertanya-tanya. Sebab, nggak biasanya Key kayak gini. Kerjaannya mondar-mandir pegang hape. Seakan hapenya takut hilang. Dan yang paling prihatin dengan keadaan Key adalah Bik Jali, pembokat Key yang udah ikut mama Key sejak mama Key masih jadi pengantin. Oh ya, tentang nama Bik Jali ini, sering dijadikan tebak-tebakkan antara Key dengan teman-temannya. “Hayo, Bik Jali orang mana?” “Betawiiiii…. !!!!” selalu itu jawaban teman-teman Key. “Bener, Bik?” Tanya Key pada pembokatnya. “Salah besar saudara-saudara…” itu opening jawaban dari Bik Jali dengan gaya bak seorang lurah. “Lho, lagu Ini  Dia si Jali-Jali dari Betawi, Bik!” protes salah seorang sahabat Key.“Betul saudara-saudara. Tapi kali ini tebakan saudara-saudara salah sekali….“Alah, Bik! Ngaku aja! Dari mana sih? Nggak usah formil-formil deh, ngomongnya!”“Oke. Bik Jali secara jujur sampaikan, Bik Jali ini orang Jawa…. Sebab Jali itu singkatan dari Jawa Asli…” jawab Bik Jali penuh kemenangan.
Eit, kok malah ngebahas bik Jali?Back to Key, Bik Jali nampak mendekati Key dengan hati-hati. Key nampak sedang mencorat-coret gambar benang kusut di bukunya.“Non….” sapa Bik Jali hati-hati. “Lagi gambar apa?”“Gambar Bibik!”“Ya Allah, Non! Itu kan gambar benang kusut! Masak tampang Bibik kayak gitu? Yang bener aja, Non!”“Emang! Ini tampang Bibik! Nyebelin! Udah sana! Key pengen sendiri!” hardik Key galak.“Ya Allah, Non! Galak bener. Bibik ceritain ya. Kemarin ada enon-enon cantik yang galak sama bibiknya, eh… sorenya dia dibawa ke rumah sakit!” kata bibik bersungguh-sungguh.Sukses! Kali ini Key tertarik dengan cerita bibiknya.“Dibawa ke rumah sakit? Kenapa, Bik?”“Demam, trus badannya bentol-bentol merah, keluar nanahnya, kayak di sinetron-sinetron itu! Malah nggak lama kemudian keluar belatungnya! Hiiii…” Bik Jali begidik sendiri.“Ih, masak sih?”“Iya!”Key langsung sadar.“Maapin, Key, Bik! Key nggak pengen seperti dia!!!”Bik Jali tersenyum.“Makanya cerita dong. Emang ada ada apa sih, Non? Beberapa hari ini Non ngambeg terus….”Key mulai luluh. Ia menunduk sedih.“Bik, Key mau jujur sama Bibik…. Key lagi bete gara-gara Madja….”“Madja? Mas Madja maksudnya?”“Iya, Bik. Udah dua hari ini dia nggak bisa Key hubungi. Hape-nya mati terus. nggak bisa denger suara dia, Key rasanya hampa banget!”“Lho, Non kenapa bete? Apa Mas Madja udah pacar Non Key?”Key menggeleng.“Apa Mas Madja pernah bilang, ‘aku cinta padamu’ sama Non Key?”Lagi-lagi Key menggeleng.“Lha, trus di mana masalahnya? Mas Madja kan bukan apa-apa!”“Tapi Key kan cinta banget sama dia, Bik!!! Dan Key yakin Madja juga cinta sama Key. Tapi kenapa Madja nggak mau ucapkan satu kata itu buat Key sih????”“Lha , Non nggak boleh pos ofis gitu!”“Pos ofis? Maksud Bik Jali kantor pos? Apa hubungannya???” Key nampak bingung.
“Itu! Maksud Bik Jali punya rasa memiliki yang sangat besar!”“Yeee… itu mah posesif, Bik!”“Udah, non. Ingat pepatah. Kalau benci jangan benci banget. Kalau cinta, jangan cinta banget. Semuanya yang sedang-sedang saja….” jawab bik Jali dengan gaya mendadak dangdut. “Udah ya, Bik Jali mau ngecet rambut dulu… Biar mudaan dikit…”“Tunggu, Bik! ngomong-ngomong, bibik denger kabar cewek yang ngeluarin belatung itu dari mana??”“Koran….”“Koran? Di kolom apa, Bik???”“Itu, kolom, Enggak Percaya Boleh, Percaya Kebangeten…” jawab Bik Jali
***
Dan kini Key nampak termenung sambil menatap anak-anak cowok lagi pada main basket dari kejauhan. Sebenarnya yang ditatap Key nggak semua cowok. Tapi satu sosok cowok kurus berkaca mata yang lagi asyik mendribel bola sendirian. Dialah Madja. Cowok yang selama ini membuat hati Key jadi jatuh bangun nggak karuan.Madja nggak cakep-cakep amat di mata temen-temen Key.Tapi cakep banget, lebih cakepan Madja di banding Brad Pitt bagi Key.Madja nggak sexi-sexi amat sebagai cowok karena badannya kurus. Tapi bagi Key, justru kurusnya itu yang bikin Key merasa sosok Madja keren di matanya.Yang jelas, bagi Key Madja itu pinter banget. Jagoan dalam segala hal. Dari karya ilmiah, menulis, fotografi, melukis, dan masih banyak lagi.“Hei bengong!!!” tiba-tiba Vara mengagetkan Key. “Ya ampun, Key… kok bengong sih… Kemarin tetangga gue nih, abis bengong sorenya kesurupan…. “ Kata Vara cuek. Key tersenyum. Di mana-mana gaya Bik Jali ada aja.“Mantengin Madja ya? Udah deh, Key. Tunggu apa lagi. Apa sih susahnya bilang cinta sama dia? Udah lama elo simpen rasa itu sama dia. Jangan biarkan rasa cinta itu karatan….”“Aduh, masak sih gue nyatain cinta sama dia??? Gue kan punya harga diri….”
“Gue bete, dua hari kemarin, Sabtu Minggu, HP Madja nggak aktif. Biasanya kita SMS-an, telpon semaleman. Tapi dia ngilang begitu aja. Sekarang gue mau nanya sama dia kenapa ngilang, gue nggak bisa….”“Kenapa nggak bisa?”“Nggak bisa pokoknya! Tapi gara-gara itu gue jadi senewen dan bete banget di rumah!”“Oke, oke, oke. Key, coba lo pikir. Lo tahu sendirikan kalau Madja itu ajaib banget? Cuek, nggak pernah deket sama cewek. Dan selama ini kalian berdua sahabatan. Masak udah lama banget masih TTM? Udah nggak jaman TTM. Sekarang jamannya TJP!”“TJP? Apaan tuh?”“Teman jadi pacar…” kata Vara cuek.Key terdiam.“Iya ya. Daripada gue JSJ….”“JSJ?” Vara ganti mengernyitkan dahinya.“Jadi sakit jiwa!” Key tertawa ngakak.“Bener, Key. Ini bulan April… kata orang sih bulan cinta alias April love… nah kesempatan kalian jadian! Please, ya? Cari jalan bagaimana lo bisa jadian sama dia?”Key termenung.Dadanya terasa sesak.Kali ini rasanya ia udah nggak bisa menahan desakan hatinya yang ingin selalu bersama Madja. Sebab selama ini persahabatannya dengan Madja sudah berjalan sekian lama. Tanpa ada kata cinta di antara keduanya. Namun bukannya GR, Key yakin kalau Madja sebenarnya juga ada rasa dengannya. Sikap Madja udah mencerminkan.Tapi entah, seakan ada dinding yang tidak bisa menyatukan mereka.Tiba-tiba sebuah bola basket menggelinding mengangetkan Key.“Madja???”“Key???”Keduanya tersenyum dan bertatapan.Madja dan Key sama-sama salah tingkah. Terlihat kikuk.Madja lalu duduk di dekat Key.“Ada yang pengen gue omongin sama lo… “
“Tentang?”“Gue ngilang dua hari tanpa ngasih kabar elo… HP gue matiin, antara kita nggak ada komunikasi…. Lo nggak pengen tahu ke mana gue pergi?” Tanya Madja pelan.Key kaget.Ah, andai Madja tahu bahwa Key sangat ingin tahu, dan hal inilah yang saat ini ingin ia ketahui.“Key… Gue sebenarnya kecewa. Lo nggak peduli sama gue. Gue berharap lo hari ini akan nanyain gue, ke mana dua hari kemarin. Tapi ternyata lo cuek…”“What?”“Ya, Gue kemarin ke Gunung. Gue mencoba berdialog pada diri gue sendiri. Gue mencoba mencari jawaban, dan kini gue udah temukan jawaban itu….”“Maksud lo?”“Key, dalam sejarah kebersamaan kita baru saat ini gue berani ungkapan isi hati gue sebenarnya…”“Madja…”“Ya, Key. Ini April love. Gue harap semua kesombongan di antara kita luluh. Rasa gengsi untuk mengungkapkan perasaan cinta antara kita….”Key melongo.
““Ya, Key. Lelah berada dalam Tanya. Gue hanya pengen tahu, apakah lo cinta sama gue? Seperti gue selama ini cinta sama elo?”“Ma... Madja???”“Gue minta maaf, Key. Selama ini mungkin lo anggap gue sangat misterius bagi elo. Sebenarnya gue hanya sedang mengumpulkan nyali gue untuk menyatakan cinta gue…. Gue bukan laki-laki yang gampang bilang cinta….”Key tersedu.
Ia tak mampu berkata apa-apa karena semua resahnya kini terjawab sudah.“Lo mau terima gue kan?”Lagi-lagi Key nggak mampu menjawab. Hanya saja ia merasa bersyukur bahwa di bulan April ini ia adalah satu cewek yang dipilih Tuhan, untuk menikmati bulan penuh cinta, menerima arti keindahan cinta.
Dan satu hal lagi, ternyata nggak semua cowok mudah mengungkapkan isi hatinya dalam satu kata cinta. Kadang mereka perlu waktu untuk meyakinkan diri untuk bisa mengeluarkan satu kata sederhana itu. Kita juga musti yakin bahwa satu hal itu pasti akan muncul dalam hidup kita, hari-hari kita, cepat atau lambat: jatuh cinta dan dicintai.
 
Welcome to Ebyb JH site... ^_^ Blogger Template by Ipietoon Blogger Template